Laporan Dewan Komisaris

Pemegang saham yang terhormat,

Tahun 2019 menjadi periode yang cukup berat bagi perekonomian nasional. Sejumlah stimulus kebijakan yang diluncurkan pemerintah pusat dan bank sentral belum memberikan daya ungkit secara maksimal terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional. Tren melemahnya perekonomian global juga turut membayang-bayangi serta menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Para pelaku usaha patut menyampaikan apresiasi terhadap upaya dan kebijakan-kebijakan pemerintah dan bank sentral dalam menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang diwujudkan dalam bentuk kebijakan fiskal maupun moneter. Potret dan kondisi tersebut memberikan dampak kurang bagus bagi perkembangan sektor properti di tahun 2019.

Meskipun laju pertumbuhan ekonomi nasional mengalami perlambatan, namun angka pertumbuhannya masih relatif bagus di tengah-tengah tren melemahnya per-ekonomian global. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok membawa efek meluas secara internasional. Kondisi tersebut menekan dan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi di banyak negara maju di sejumlah kawasan. AS mencatat pertumbuhan hanya sebesar 2,3% di tahun 2019, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Bank Dunia melansir data pertumbuhan ekonomi global di kisaran 2,4%, lebih rendah dibandingkan proyeksi awal mencapai 2,9%. Pusaran ekonomi global yang melemah sepanjang tahun 2019, tentu menghimpit dan memberikan tekanan langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Situasi ini juga membawa efek domino secara sistematik terhadap banyak sektor industri, tak terkecuali properti. Secara umum tantangan yang dihadapi sektor properti tahun 2019 sangat berat. Sejumlah stimulus dan insentif kebijakan pemerintah belum memberikan dampak secara luas terhadap pertumbuhan sektor properti nasional.

Menghadapi kondisi yang kurang menggembirakan tersebut, kami melihat Intiland berupaya secara maksimal untuk menjaga pertumbuhan usaha. Perseroan terus berusaha mencari terobosan dan peluang-peluang baru yang dapat menjadi motor pendorong peningkatan usaha. Di tengah-tengah kelesuan yang terjadi di sektor properti dan konsumen yang masih cenderung mengambil sikap wait and see, pada tahun 2019 Perseroan masih mampu membukukan marketing sales senilai Rp1,56 triliun, pendapatan usaha Rp2,7 triliun, dan laba bersih Rp251,4 milyar.

EVALUASI TERHADAP KINERJA DIREKSI

Di tengah situasi yang kurang kondusif dan terjadinya perubahan pasar di tahun 2019, Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan kepada Direksi atas segala upaya, terobosan, dan inovasi yang ditempuh dalam rangka menjaga kinerja perusahaan. Walaupun pada tahun 2019 pencapaian marketing sales masih di bawah target yang ditetapkan, namun kami menilai Direksi telah memberikan upaya-upaya maksimal dalam mengelola bisnis dan risiko perusahaan. Dewan Komisaris menilai Direksi sangat berkomitmen untuk menjaga kepentingan peme-gang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Direksi telah berusaha mencari langkah terbaik dalam mengatasi rintangan-rintangan dan terus mengeksplorasi setiap peluang usaha. Dewan Komisaris juga menyampaikan apresiasi terhadap setiap langkah inovatif serta upaya dalam memanfaatkan setiap peluang yang ditempuh Direksi guna menjaga kesinambungan bisnis Perusahaan. Upaya-upaya tersebut diwujudkan melalui sejumlah langkah strategis seperti pengembangan konsep produk dan jasa baru sesuai dengan kebutuhan pasar dan konsumen, memperluas potensi pasar, maupun membuka lebar peluang-peluang untuk melakukan kerjasama dan kolaborasi secara mutual dengan berbagai pihak.

IMPLEMENTASI TATA KELOLA PERUSAHAAN (GCG) DAN EVALUASI KINERJA KOMITE

Salah satu tugas utama Dewan Komisaris adalah menjalankan fungsi pengawasan dan pemantauan dari setiap kebijakan untuk mencapai hasil yang diharapkan lewat penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). Dewan Komisaris bersama Direksi secara bersama-sama memastikan GCG diterapkan secara baik pada seluruh organ dan aktivitas Perusahaan. Sebagai upaya meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, Perusahaan senantiasa mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dewan Komisaris memastikan agar setiap kebijakan Perusahaan selaras dengan prinsip-prinsip GCG dan tidak melanggar peraturan yang ada. Menjadi bagian dari praktik dan penerapan GCG, peran Komite Audit dalam mendukung fungsi pengawasan Dewan Komisaris telah terlaksana dengan baik dan efektif. Komite Audit di sepanjang tahun 2019, menjalankan tugas dan tanggungjawabnya secara maksimal dan mendukung pertumbuhan Perusahaan yang berkesinam-bungan. Selain Komite Audit, Dewan Komisaris juga dibantu oleh Komite Nominasi dan Remunerasi, serta Komite Manajemen Risiko. Komite-komite ini selama tahun 2019 sudah menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik serta memberikan sumbangsih bagi perkembangan Perusahaan.

PERUBAHAN SUSUNAN DEWAN KOMISARIS

Pada tahun 2019, Intiland kehilangan sosok penting yang telah sangat berjasa bagi perkembangan Perusahaan, Bapak Cosmas Batubara, selaku Komisaris Utama dan Komisaris Independen pada 8 Agustus 2019. Melalui keputusan rapat Dewan Komisaris pada 16 Agustus 2019 telah diangkat Bapak Thio Gwan Po Micky selaku Pelaksana Tugas (Plt) Komisaris Utama dan Komisaris Independen sampai dengan diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham yang terdekat.

APRESIASI

Mengakhiri laporan ini, Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap kerja keras Direksi beserta seluruh jajaran manajemen dan staf Perseroan. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para pemegang saham, pelanggan dan seluruh mitra bisnis Perseroan yang memberikan kepercayaan dan dukungan selama ini. Kami berharap kerjasama yang terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkanagar tercipta inovasi dan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat secara berkelanjutan.

Thio Gwan Po Micky

Plt. Komisaris Utama & Komisaris Independen