“Direksi mengoptimalkan sumber daya untuk pertumbuhan berkelanjutan”
Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang terhormat,
Atas nama Direksi PT Intiland Development Tbk, saya dengan rasa syukur menyampaikan Laporan Tahunan PT Intiland Development Tbk tahun 2025 dengan hasil cukup baik. Pencapaian ini menjadi cerminan dari komitmen, kerja keras, dan semangat dari segenap manajemen dan seluruh karyawan.
Di sepanjang tahun 2025, kami mencermati dinamika sektor properti nasional menghadapi sejumlah tantangan dan peluang. Jajaran manajemen dan seluruh karyawan berusaha dengan sungguh-sungguh memanfaatkan setiap peluang dan menciptakan solusi terbaik demi menjaga kinerja operasional dan pertumbuhan usaha berkelanjutan.
KEBIJAKAN STRATEGIS PERSEROAN
Direksi menetapkan arah kebijakan strategis yang berfokus pada pertumbuhan dan stabilitas usaha serta penguatan aspek finansial dengan memanfaatkan momentum stabilitas ekonomi dan perkembangan yang terjadi sektor properti nasional. Strategi utama tahun 2025 bertumpu pada penguatan kinerja penjualan, perbaikan struktur permodalan, serta pengembangan proyek-proyek yang sudah berjalan secara lebih efisien. Kami juga menempuh sejumlah langkah penting lain untuk menciptakan struktur keuangan yang lebih sehat melalui pengurangan beban utang dan pelepasan aset-aset non-inti agar Perseroan memiliki fleksibilitas keuangan yang lebih kuat untuk ekspansi di masa depan.
Pada aspek operasional, kami lebih jeli membidik sektor perumahan dan kawasan industri sebagai mesin pertumbuhan utama tahun 2025. Pengembangan proyek hunian kami fokuskan pada proyek-proyek berjalan di wilayah-wilayah strategis seperti Jakarta, Tangerang, dan Surabaya. Pada segmen pengembangan kawasan industri, kami masih mengandalkan dari dua pengembangan proyek yakni Batang Industrial Park (BIP) dan Ngoro Industrial Park (NIP), serta kompleks pergudangan Aeropolis Techno Park sebagai tulang punggung penjualan maupun pendapatan usaha. Penjualan lahan industri di BIP yang lokasinya di kabupaten Batang, Jawa Tengah, memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja penjualan dan keuangan di tahun 2025.
Kesehatan kondisi finansial turut menjadi pencapaian penting sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil membuktikan komitmennya dalam menurunkan jumlah kewajiban dan beban utang. Total utang menurun 25% menjadi Rp 3.081,3 miliar di tahun 2025 dibandingkan dengan Rp 4.109,0 miliar di tahun 2024. Trend ini sesuai dengan strategi deleveraging Perseroan. Perseroan juga sudah melunasi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II Tahun 2022 senilai Rp250 miliar pada 25 Agustus 2025 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap III Tahun 2022 Seri B senilai Rp125 miliar pada 2 Desember 2025.
Melalui kombinasi dari kebijakan manajemen utang yang disiplin, fokus pengembangan proyek yang tepat sasaran, dan strategi penjualan yang fokus dan agresif, Perseroan kini berada dalam posisi yang lebih optimistik untuk menyambut tahun 2026 dengan kekuatan dan daya saing bisnis yang jauh lebih kukuh.
PERAN DIREKSI DALAM MERUMUSKAN KEBIJAKAN STRATEGIS
Direksi mengambil peran aktif dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab, dan kewenangannya dengan berpedoman pada visi, misi, dan tujuan jangka panjang Perusahaan. Perumusan strategi ditempuh melalui penyelenggaraan rapat-rapat rutin maupun bersifat insidental bersama Dewan Komisaris atau pihak-pihak terkait untuk memastikan kebijakan yang diambil selaras dengan kepentingan Perusahaan jangka pendek dan jangka panjang.
Setiap pengambilan keputusan-keputusan strategis, Direksi selalu berpijak pada prinsip tata kelola yang baik dan aspek kepatuhan terhadap regulasi. Permintaan nasihat dan konsultasi dengan Dewan Komisaris menjadi bagian dari mekanisme kontrol internal yang dijalankan dalam upaya mengelola risiko dan menjaga reputasi Perusahaan.
PROSES YANG DIJALANKAN DIREKSI DALAM IMPLEMENTASI STRATEGI
Direksi merumuskan dan menuangkan semua strategi dan prioritas Perseroan ke dalam Rencana Kerja Strategis yang disusun setiap tahun. Penerapan strategi ini dijalankan melalui proses pemantauan secara berkala serta pengukuran terhadap pencapaian kinerja maupun aspek risikonya. Hasil analisis terhadap kesenjangan antara target dan realisasi menjadi dasar pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan dan menetapkan solusi yang bersifat strategis.
Pada tahun 2025, Direksi menjalankan strategi secara efektif melalui proses koordinasi internal, pengawasan, dan langkah korektif apabila diperlukan. Kami juga menyelenggarakan serangkaian pertemuan dan diskusi dengan pihak eksternal sebagai langkah antisipatif dan mitigasi risiko terhadap perubahan kondisi ekonomi, politik, atau regulasi. Secara umum, Direksi berpandangan bahwa pelaksanaan kebijakan strategis tahun 2025 berjalan dengan baik dan sesuai rencana.
PENCAPAIAN KINERJA 2025
Dalam perspektif Perseroan, sektor properti nasional masih menghadapi tantangan cukup berat di tahun 2025. Melemahnya daya beli serta masih rendahnya minat beli dan investasi properti masyarakat masih menjadi faktor kendala utama yang dihadapi Perseroan, khususnya pada penjualan produk-produk hunian vertikal.
Di tengah tantangan dan kondisi ini, kinerja penjualan Perseroan tetap relatif stabil di tahun 2025. Perseroan mencatatkan marketing sales Rp1,61 triliun atau tercapai 80,4% dari target sebesar Rp2 triliun. Pencapaian ini sedikit menurun dibandingkan perolehan tahun 2024 sebesar Rp1,64 triliun. Secara fundamental, belum terpenuhinya target penjualan tahunan lebih dipengaruhi oleh volatilitas permintaan khususnya pada segmen mixed-use dan high-rise. Penjualan segmen ini masih rendah dengan kontribusi senilai Rp138,7 miliar, sebuah angka yang mencerminkan masih lemahnya daya serap pasar terhadap hunian vertikal.
Kebijakan Perseroan untuk tetap mengambil langkah konservatif, turut menjadi faktor penentu pencapaian kinerja penjualan. Perseroan memutuskan untuk menunda peluncuran sejumlah proyek baru. Sebagai langkah mitigasi risiko dan optimalisasi modal kerja, Perseroan secara konsisten memberikan prioritas pada percepatan penjualan unit-unit inventori di proyek-proyek yang sedang berjalan. Fokus strategis ini dalam rangka untuk memperkuat posisi likuiditas dan memastikan pengelolaan aset yang lebih efisien, seraya mempersiapkan fundamental bisnis yang lebih kukuh untuk menghadapi siklus dan dinamika pasar properti pasar ke depan.
Kami bersyukur, keputusan untuk memperkuat penjualan lahan kawasan industri menjadi strategi yang tepat dan efektif. Segmen ini mencatatkan kontribusi marketing sales Rp638,2 miliar, jauh melampaui target awal senilai Rp401,2 miliar, yang sekaligus lebih tinggi 12,6% dibandingkan tahun 2024. Meningkatnya penjualan berasal dari kontribusi Batang Industrial Park (BIP) di Batang, Jawa tengah, Ngoro Industrial Park (NIP) di Mojokerto, Jawa Timur, serta pergudangan di Aeropolis, Tangerang.
Strategi Perseroan mengalihkan fokus penjualan ke sektor perumahan juga turut memberikan hasil yang positif. Kondisi ini turut ditopang oleh keputusan Pemerintah untuk memperpanjang periode berlakunya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir tahun 2025. Stimulus perpajakan ini memudahkan masyarakat untuk memiliki rumah dan sekaligus efektif membantu peningkatan penjualan, khususnya terhadap unit-unit rumah siap huni.
Segmen pengembangan kawasan perumahan mencatatkan marketing sales Rp830,8 miliar di tahun 2025 atau lebih rendah 5,5% dibandingkan tahun 2024. Penjualan dari proyek perumahan yang lokasinya di Jakarta dan Tangerang memberikan kontribusi Rp368,7 miliar dan proyek-proyek perumahan di Surabaya berkontribusi Rp462,1 miliar.
Perseroan secara hati-hati berhasil menjaga kinerja keuangan dan mencatatkan pencapaian yang cukup baik. Merujuk laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit, pendapatan usaha tercatat sebesar Rp2,46 triliun, atau 97,2% dari target sebesar Rp2,53 triliun. Jumlah tersebut menurun 3,6% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp2,55 triliun. Pendapatan pengembangan yang bersumber dari penjualan unit properti memberi kontribusi Rp1,51 triliun atau 61,5% dari keseluruhan, mengalami penurunan 9,3% dibandingkan tahun 2024. Sisanya berasal dari pendapatan berkelanjutan yang berasal dari properti investasi sebesar Rp947,68 miliar atau 38,5% dari keseluruhan, yang meningkat 7,2% dibandingkan tahun 2024.
Kontributor pendapatan usaha terbesar berasal dari segmen properti investasi sebesar 38,5%, dilanjutkan dari segmen kawasan perumahan dan kawasan industri yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 31,8% dan 20,7% dari keseluruhan. Sementara segmen pengembangan mixed-use & high rise memberikan kontribusi 9%. Pendapatan dari properti investasi bersumber dari penyewaan perkantoran, lapangan golf dan sarana olah raga, serta manajemen properti.
Kami mencermati bahwa kinerja profitabilitas tahun 2025 masih mengalami tekanan. Laba kotor dan laba usaha masing-masing tercatat sebesar Rp960,49 miliar dan Rp672,24 miliar, atau meningkat dibandingkan tahun 2024. Di tengah tantangan yang ada, Perseroan berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp64,26 miliar, atau tercapai 110,8% dari target sebesar Rp58 miliar. Dibandingkan pencapaian tahun 2024 sebesar Rp174,77 miliar, kinerja laba Perseroan tahun 2025 mengalami penurunan 63,2%.
Direksi berupaya menjaga stabilitas keuangan dengan tetap mendorong terciptanya pertumbuhan kinerja di tahun 2025. Perseroan berhasil menjaga rasio-rasio keuangan penting, seperti margin laba kotor, margin operasional, margin laba bersih dan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA). Perbaikan rasio-rasio keuangan menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan biaya pokok penjualan, efisiensi biaya operasional, mencerminkan pertumbuhan profitabilitas yang lebih fundamental, serta kekuatan arus kas operasional yang semakin baik. Pencapaian lainnya yakni berhasil menekan beban operasional melalui optimalisasi proses dan pengendalian biaya di seluruh lini bisnis.
PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN DAN SEKTOR PROPERTI
Kami mencermati bahwa stabilitas perkembangan perekonomian dalam negeri membawa pengaruh signifikan terhadap dinamika sektor properti. Sepanjang tahun 2025, perekonomian Indonesia masih menunjukkan performa cukup tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi dan keamanan global.
Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 secara konsisten terjaga di kisaran 5,11,% yang menegaskan efektivitas kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga momentum pemulihan. Potret ketahanan ekonomi dalam negeri juga ditopang oleh pengendalian inflasi yang cukup baik dengan angka inflasi tahunan berhasil dijaga dalam rentang 2,92%.
Selain itu, nilai penyertaan modal asing (PMA) atau foreign direct investment yang terealisasi masuk ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp900,9 triliun, atau relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Keberhasilan dalam menjaga indikator makroekonomi pada level positif ini memberikan fondasi kuat bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan tahun 2026.
Gambaran atas kondisi ini menjadi magnet dan memberikan rasa percaya diri bagi investor global untuk tetap menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan tingkat konsumsi domestik yang tetap kuat dan inflasi yang terkendali, Indonesia dinilai memiliki daya tahan dalam meredam guncangan eksternal. Navigasi kebijakan yang tepat dan stabilitas makroekonomi yang terjaga sepanjang tahun 2025 menjadi pijakan krusial bagi masa depan Indonesia untuk unggul dalam persaingan.
Kami menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Fundamental perekonomian yang kuat menjadi faktor kunci dalam mendukung daya tahan industri properti dalam negeri. Meskipun secara umum sektor properti masih berada pada fase konsolidasi, namun beberapa segmen masih mengalami pertumbuhan. Daya tahan sektor properti ini turut ditopang oleh intervensi kebijakan pemerintah melalui sejumlah kebijakan yang pro pasar. Salah satunya melalui perpanjangan periode pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% yang berlaku hingga akhir tahun 2025. Stimulus ini memberikan dampak positif untuk menjaga minat beli konsumen, khususnya terhadap segmen properti hunian.
Perseroan mencermati tren pasar properti sepanjang tahun 2025 memperlihatkan dominasi penjualan rumah tapak dibandingkan apartemen atau kondominium. Berdasarkan data Bank Indonesia Penyaluran Kredit Properti ke perbankan terus menunjukkan tren positif. Hingga November 2025 kredit properti tumbuh 7,4% secara tahunan mencapai Rp1.513,5 triliun. Khusus KPR Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), mencetak rekor tertinggi dengan total sekitar 278.868 unit senilai Rp34,6 triliun. Meski masih dibayangi tantangan biaya konstruksi yang cenderung meningkat, stabilitas sektor properti pada 2025 menjadi aspek penting bagi proyeksi pertumbuhan ke depan. Sektor ini diharapkan mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional bersama dengan sektor industri dasar lainnya.
Kami berkeyakinan industri properti akan berangsur-angsur membaik dan memiliki ketahanan terhadap perubahan dan dinamika pasar. Meskipun tren pertumbuhan belum akan terjadi pada semua segmen properti, namun Perseroan berharap kondisi akan bergerak membaik seiring meningkatnya daya beli dan minat beli properti masyarakat. Stabilitas keamanan dan arah pertumbuhan ekonomi yang lebih fundamental, memberikan keyakinan terhadap prospek pertumbuhan sektor properti yang lebih positif secara jangka panjang.
PERKEMBANGAN USAHA PERSEROAN
Tahun 2025 menjadi fase penting bagi perkembangan usaha Perseroan. Di tengah kondisi sektor properti yang masih menantang, Perseroan menyandarkan prioritas pada upaya memperkuat daya saing masa depan. Upaya ini dilakukan bukan hanya pada segi penjualan dan kinerja operasional, namun juga pada aspek penguatan struktur keuangan, profitabilitas, dan meletakkan fondasi baru untuk keberlangsungan usaha di masa depan.
Perseroan mencatatkan sejumlah pencapaian penting membawa dampak cukup signifikan bagi operasional dan pencapaian kinerja usaha. Proses adaptasi terhadap kondisi dan tantangan yang ada melahirkan sejumlah terobosan dan langkah inovasi. Perseroan terus berupaya mengefisiensikan proses usaha, memperkuat strategi pemasaran, serta mengatur prioritas untuk menjaga roda pertumbuhan dan stabilitas usaha.
Pada aspek pengembangan proyek, Perseroan masih memfokuskan pada proyek-proyek yang sudah ada, baik pada segmen perumahan, mixed-use & high rise, dan Industrial sebagai sumber penjualan, serta properti investasi sebagai sumber pendapatan berulang. Segmen pengembangan perumahan masih menjadi fokus pertumbuhan di tahun 2025. Pada saat ini terdapat 17 proyek perumahan yang dikembangkan Perseroan di sejumlah lokasi, seperti Jakarta, Tangerang, dan Surabaya. Salah satu pencapaian penting tahun 2025 adalah peluncuran Regatta Residence, perumahan baru bertemakan nautikal seluas 4,9 hektare yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan Regatta, Pluit, Jakarta Utara. Pada bulan Februari 2025, Perseroan juga meluncurkan klaster Alba, sebagai pengembangan terbaru di perumahan Graha Famili, Surabaya. Sementara pada proyek perumahan lainnya dilakukan peluncuran tipe-tipe rumah baru yang lebih modern dan sesuai kebutuhan pasar.
Memperkuat sumber pendapatan berulang, Perseroan melalui PT Intiwhiz International meresmikan pembukaan Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya. Hotel berstandar bintang empat ini melengkapi pengembangan Praxis sebagai superblok terpadu yang lokasinya di jantung kawasan pusat bisnis Surabaya. Menyediakan 267 kamar, hotel ini dilengkapi fasilitas lengkap. Perseroan juga memperluas portofolio layanan melalui peluncuran Keep Storage, sebuah solusi penyimpanan mandiri yang mengintegrasikan teknologi digital dengan kemudahan aksesibilitas, jaminan keamanan, dan efisiensi penggunaan ruang yang berlokasi di gedung Annexe Intiland Tower Jakarta.
Melalui entitas anak PT Intiland Alfa Rendita, Perseroan berkolaborasi dengan ION Network mendirikan perusahaan joint venture yang bergerak pada layanan penyediaan Pusat Data. Pembentukan perusahaan joint venture ini menjadi salah satu strategi untuk optimalisasi aset-aset properti yang dimiliki serta menjajaki peluang masuk ke bisnis pusat data yang berkembang pesat.
Untuk meningkatkan penjualan, Perseroan meluncurkan dua program promo penjualan di sepanjang tahun 2025. Pertama program “Hot Summer Sale” yang berlangsung sejak Juni-Agustus 2025 dan “Fantastic Deals” yang berlangsung Oktober-Desember 2025. Kedua program promosi ini menyediakan beragam produk properti pilihan seperti rumah tapak, apartemen, perkantoran, SOHO, dan pergudangan serta menyediakan kemudahan pembelian spesial. Program ini mendapat apresiasi yang cukup baik dari masyarakat.
Di tengah kondisi pasar properti yang masih menantang, penerapan prinsip penuh kehati-hatian di setiap kebijakan menjadi langkah penting dalam pengelolaan risiko. Perseroan menempuh langkah konservatif dalam berekspansi dan investasi pengembangan proyek baru. Sumber daya didayagunakan secara ekstra hati-hati agar setiap kebijakan strategis dapat berjalan efektif untuk mencapai target pertumbuhan usaha secara jangka panjang.
Kinerja saham Intiland di lantai bursa bergerak cukup dinamis namun mengalami penurunan di akhir tahun 2025. Pada sesi pembukaan perdagangan saham di awal tahun, saham berkode DILD ini ditransaksikan di harga Rp162 per lembar. Pada sesi penutupan perdagangan saham tanggal 31 Desember 2025, DILD ditutup di posisi Rp137 per lembar. Saham DILD sempat mencapai harga tertinggi Rp171 per lembar pada 6 Januari 2025 serta posisi terendah pada 4 Juli 2025 di harga Rp110 per lembar.
Pada tahun 2025, Perseroan berusaha menjaga struktur keuangan perusahaan tetap sehat untuk memastikan ketersediaan dana untuk operasional dan pengembangan usaha ke depan. Setiap kebijakan keuangan yang dijalankan didasari oleh prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan segala aspek risikonya. Salah satu pencapaian adalah keberhasilan dalam memperbaiki rasio-rasio penting keuangan, seperti solvabilitas, struktur modal, dan kemampuan profitabilitas.
Pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan mutu masih menjadi prioritas penting di tahun 2025. Kami memahami bahwa pengembangan SDM memiliki peran sangat penting bagi keberlangsungan dan masa depan perusahaan. Investasi pada SDM diwujudkan dalam berbagai program pengembangan, seperti pelatihan, internalisasi nilai, peningkatan kesejahteraan, hingga jenjang karier yang terbuka dan menantang. Di sepanjang tahun 2025, Perseroan mengadakan dan mengikuti sebanyak 343 kegiatan pelatihan dengan total waktu pembelajaran mencapai 9.011 jam pelatihan. Beberapa program pengembangan tersebut antara lain meliputi pelatihan teknis, peningkatan kompetensi, manajemen pengetahuan, lokakarya, sesi berbagi, employee engagement, dan kompetisi inovasi.
Ajang kompetisi inovasi diselenggarakan setiap tahun. Di tahun 2025, kompetisi ini diikuti sebanyak 62 proyek inovasi yang menghasilkan sebanyak 10 inovasi terbaik di bidang pemasaran, proses bisnis, pengadaan, pengelolaan gedung, hingga layanan berbasis teknologi informasi. Gagasan menggelar ajang ini bertujuan sebagai wadah bagi segenap karyawan untuk membangun semangat perubahan dan perbaikan secara berkelanjutan. Seluruh karyawan berkesempatan membangun ide dan gagasan kreatif untuk memperbaiki proses bisnis dan efektivitas kerja secara maksimal.
PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
Kami berkeyakinan untuk mencapai pertumbuhan usaha secara berkelanjutan memerlukan komitmen terhadap Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). Implementasi GCG menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan komitmen untuk meningkatkan nilai perusahaan dan pemegang saham maupun strategi pertumbuhan jangka panjang. Governansi menjadi aspek penting bagi semua organ perusahaan yang selaras dengan Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Penerapan GCG sepanjang tahun 2025 menegaskan kuatnya komitmen perusahaan untuk menjadikan prinsip tata kelola sebagai fondasi keberlangsungan bisnis. Perseroan secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap etika bisnis guna memelihara kepercayaan para pemangku kepentingan, mulai dari pemegang saham hingga masyarakat luas. Fokus ini membuktikan bahwa GCG bukan dipandang sebagai kewajiban administratif, melainkan hadir sebagai aset strategis untuk menjaga reputasi dan kredibilitas korporasi secara jangka panjang.
Di Intiland, implementasi GCG mendapat sinergi dan dukungan penuh dari seluruh organ tata kelola. Dewan Komisaris berperan aktif dalam memberikan pengawasan dan nasihat strategis kepada Direksi. Melalui evaluasi berkala sepanjang tahun 2025, Perseroan memastikan bahwa sistem pengendalian internal dan manajemen risiko berjalan secara memadai. Pencapaian ini mencerminkan adanya mekanisme checks and balances yang sehat. Setiap keputusan strategis dan rencana kerja dievaluasi secara mendalam untuk memitigasi potensi risiko yang dapat merugikan Perusahaan.
Sebagai wujud nyata dari transparansi dan tanggung jawab jangka panjang perusahaan, Kami menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) tahun 2025. Dengan mengusung tema “Tangguh Berkelanjutan”, laporan ini mengukuhkan semangat Perusahaan untuk melangkah lebih jauh dengan menjadikan aspek-aspek tata kelola sebagai visi keberlanjutan. Melalui penguatan sistem manajemen berkelanjutan ini, perusahaan tidak hanya bertujuan memenuhi standar kepatuhan, tetapi juga berupaya meningkatkan daya saing dan mempererat hubungan harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan.
Di tahun 2025, Perseroan kembali menegaskan bahwa implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR) merupakan investasi jangka panjang yang menyatu dengan strategi bisnis berkelanjutan. Fokus utamanya mengerucut pada pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional proyek. Dengan menyasar area-area strategis tersebut, Kami berupaya menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal, yang pada akhirnya akan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih stabil dan kondusif bagi pertumbuhan Perusahaan di masa depan.
Pelaksanaan CSR juga mencerminkan tanggung jawab moral perusahaan terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan operasionalnya. Melalui pendekatan yang berbasis pemberdayaan dan konservasi, kami berusaha memastikan bahwa keberadaan proyek-proyek dapat memberikan nilai tambah nyata bagi lingkungan sekitar. Komitmen ini memperkuat paradigma bahwa keberhasilan finansial harus berjalan selaras dengan kesejahteraan sosial, sehingga tercipta hubungan timbal balik yang harmonis antara perusahaan dan pemangku kepentingan dalam jangka panjang.
PERUBAHAN KOMPOSISI SUSUNAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Pada tahun 2025 terdapat perubahan komposisi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 28 Mei 2025. Perubahan komposisi Dewan Komisaris dan Direksi ini seiring berakhirnya periode masa jabatan seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Berdasarkan hasil keputusan RUPS Tahunan, komposisi Dewan Komisaris beranggotakan Bapak Dr. Sofyan A. Djalil selaku Komisaris Utama dan Komisaris Independen, Bapak Sinarto Dharmawan selaku Wakil Komisaris Utama, Bapak Friso Palilingan selaku Komisaris Independen, dan Bapak Alexander S. Rusli selaku Komisaris Independen.
Perubahan komposisi anggota Direksi Perseroan beranggotakan Bapak Archied Noto Pradono selaku Direktur Utama, Bapak Utama Gondokusumo selaku Wakil Direktur Utama, Ibu Novita Anggriani selaku Direktur, dan Bapak Simon Joseph Wirawan selaku Direksi. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi efektif sejak ditetapkan oleh RUPS Tahunan untuk periode lima tahun ke depan yang akan berakhir pada tahun 2030.
Direksi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Thio Gwan Po Micky, Ibu Ping Handayani Hanli, Bapak Jahja Asikin, Bapak Suhendro Prabowo, Bapak, Perry Yoranouw, dan Bapak Permadi Indra Yoga atas kontribusi, dedikasi dan sumbangsih bagi Intiland selama menjabat anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada periode sebelumnya.
Seluruh anggota Direksi memiliki kompetensi, pengalaman, keahlian, dan latar belakang pendidikan formal beragam yang saling mendukung dan saling melengkapi. Keberagaman latar belakang pendidikan, keahlian, dan pengalaman ini sangat membantu Direksi dalam melaksanakan fungsi, tugas, tanggung jawab, maupun kewenangannya untuk memimpin dan menjalankan pengelolaan Perusahaan.
PENGHARGAAN PERSEROAN
Kami bangga dan bersyukur atas apresiasi, pengakuan, atau penghargaan yang berhasil diraih Perseroan sepanjang tahun 2025. Perseroan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan penghargaan dan apresiasi atas karya dan layanan properti yang dihadirkan Intiland selama ini.
Pada tahun 2025, Perseroan menerima tiga penghargaan yang membanggakan. Perseroan meraih Penghargaan Saham Terbaik 2025 untuk kategori perusahaan berkapitalisasi pasar menengah di sektor properti & real estat. Ajang penghargaan ini diselenggarakan oleh Investortrust dan InfoVesta pada 25 Februari 2025. Pendiri Intiland (Alm.) Bapak Hendro Santoso Gondokusumo juga menerima penganugerahan tropi The Legacy dari Indonesia Property Watch dalam ajang Golden Property Awards 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai wujud apresiasi atas kontribusi Beliau dalam memajukan industri properti Indonesia. Selain itu, salah satu flagship properti Perseroan, perkantoran terpadu South Quarter meraih penghargaan Best Greenship Commitment dalam ajang Greenship Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Konsil Bangunan Hijau Indonesia.
Seluruh prestasi dan penghargaan ini memberikan dorongan semangat dan motivasi bagi keluarga besar Intiland untuk menghadirkan inovasi dan layanan properti terbaik sepanjang waktu.
KENDALA YANG DIHADAPI PERSEROAN
Mencermati dinamika perkembangan perekonomian, investasi, dan sektor properti nasional, Perseroan berpandangan masih adanya sejumlah tantangan dan kendala yang dihadapi di tahun 2025. Sektor properti belum menunjukkan sinyalemen pertumbuhan yang signifikan, khususnya pada segmen hunian vertikal. Minat beli dan investasi konsumen masih cukup rendah meskipun Pemerintah memberikan sejumlah insentif kemudahan pembelian properti bagi masyarakat.
Kondisi ini menjadi dilematik bagi banyak perusahaan pengembang properti nasional, termasuk bagi Perseroan. Sebagai bagian dari mitigasi risiko, Perseroan cenderung memilih langkah konservatif dan sangat hati-hati untuk meluncurkan proyek baru. Penjualan lebih mengandalkan dari unit-unit stok yang ada di proyek-proyek yang telah berjalan.
Mengantisipasi kondisi dan tantangan tersebut, Perseroan menjalankan sejumlah kebijakan dan strategi untuk menjaga kinerja pertumbuhan. Selain mengalihkan fokus penjualan ke segmen properti lain yang lebih prospektif, Perseroan juga menjalankan serangkaian program pemasaran, peluncuran produk baru di proyek-proyek berjalan, serta penjualan aset non-core. Strategi ini efektif untuk menjaga operasional dan kinerja usaha.
GAMBARAN TERHADAP PROSPEK USAHA
Kami percaya industri properti memiliki peran penting dalam perkembangan masyarakat. Meskipun pasar masih cenderung selektif, sektor properti memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi, penyerap tenaga kerja, dan penyedia kebutuhan primer di tengah masih tingginya angka backlog di tahun 2025. Gambaran ini memberikan keyakinan bagi Perseroan terhadap prospek usaha ke depan. Keyakinan pemerintah terhadap prospek usaha ke depan tercermin dari penetapan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% dengan inflasi terkendali pada kisaran 2,5%.
Kebijakan dan program pemerintah untuk mengakselerasi industri properti berperan penting dalam mempengaruhi prospek usaha ke depan. Program pembangunan tiga juta rumah dan perpanjangan insentif PPN-DTP, diharapkan mendorong permintaan properti, khususnya untuk properti hunian. Di tahun 2026, pemerintah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp58 triliun, untuk mendukung program tiga juta rumah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Kami memproyeksikan prospek sektor properti masih berfokus pada fase ketahanan, adaptasi segmen menengah-bawah, penerapan kaidah bangunan hijau, dan transformasi digital atau kecerdasan buatan. Di tengah dinamika pasar, Perseroan optimistik punya sumber daya yang mencukupi untuk menjaga pertumbuhan kinerja secara jangka panjang. Memiliki Melalui empat ragam segmen pengembangan, kawasan perumahan, mixed-use & high rise, kawasan industri dan properti investasi, Perseroan memiliki fleksibilitas untuk menentukan prioritas penjualan dan sumber pendapatan usaha di saat pasar bergejolak.
Untuk memastikan pertumbuhan usaha, Perseroan memfokuskan pada empat strategi utama, meliputi pertumbuhan organik, peluang akuisisi, kemitraan strategis, serta pengelolaan modal dan investasi. Memperkuat penjualan proyek-proyek berjalan, meningkatkan kontribusi pendapatan berulang, meningkatkan nilai aset properti, dan rencana pengembangan proyek kawasan industri baru akan menjadi program prioritas yang dijalankan Perseroan.
Berbekal pengalaman dan rekam jejak kesuksesan, kompetensi, sumber daya, dan keberagaman portofolio usaha, Perseroan tetap yakin akan mampu tumbuh dan terus berkembang di masa depan.
APRESIASI
Atas nama Direksi, saya mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham, investor, mitra, dan pelanggan atas kepercayaan dan dukungan yang luar biasa. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas arahan Dewan Komisaris dan Komite Penunjang dalam mewujudkan tata kelola yang baik dan pertumbuhan berkelanjutan.
Saya juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan seluruh karyawan atas dedikasi, kontribusi, dan kerja keras yang luar biasa sehingga Perseroan berhasil melewati tahun 2025 dengan cukup baik, dan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan. Sejalan dengan tema Laporan Tahunan 2025, Intiland siap menapak tahun 2026 dengan lebih optimistik dan memperkukuh daya saing untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Archied Noto Pradono
Direktur Utama
