Laporan Dewan Direksi

Pemegang saham yang terhormat,

Menjalani tahun 2019, kita merasakan bersama bagaimana kondisi perekonomian secara umum relatif kurang kondusif. Selama dua belas bulan tersebut tantangan demi tantangan hadir sebagai bagian dari dinamika bisnis yang harus dilewati. Potret serupa juga tergambar pada sektor properti nasional. Bagaimana perlambatan ekonomi global, kontraksi perekonomian nasional, perubahan kebijakan fiskal dan moneter, maupun pola investasi dan belanja konsumen yang bergeser menyebabkan laju pertumbuhan sektor properti cenderung melambat. Kami menyadari dengan benar bukanlah pekerjaan mudah melewati situasi yang sulit ini. Namun dengan dukungan tim yang kompak dan bekal pengalaman panjang lebih dari 45 tahun berkecimpung di industri properti, kami terus berupaya mengeksplorasi semua peluang dan mendayagunakannya secara optimal untuk mempertahankan kinerja usaha.

DINAMIKA INDUSTRI PROPERTI NASIONAL

Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi global secara langsung turut mempengaruhi kondisi dan situasi per-ekonomian dalam negeri. Dampak perang dagang antara AS dengan Tiongkok telah membawa implikasi terhadap perekonomian regional dan nasional. Bank Dunia merilis data terjadinya perlambatan ekonomi global di tahun 2019 dengan angka pertumbuhan hanya mencapai 2,4%, lebih rendah dari proyeksi di awal tahun sebesar 2,9%. Sejumlah negara maju juga mengalami tren serupa dan gagal mencapai target pertumbuhan ekonominya. Bank Indonesia merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02% di tahun 2019. Pencapaian ini tercatat lebih rendah dibanding tahun 2018 yaitu sebesar 5,17%. Namun demikian, tingkat inflasi nasional relatif terkendali pada level 2,27%, atau lebih rendah ketimbang tahun 2018 yang berada pada kisaran 3,13%. Tingkat suku bunga acuan BI 7-Day (Repo) sepanjang tahun 2019 bergerak pada tren menurun dari 6,00% pada awal tahun menjadi 5.00% di posisi akhir tahun. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tercatat pada posisi 6.299,53 di posisi penutupan perdagangan tahun 2019. Posisi ini lebih baik dibandingkan IHSG akhir tahun 2018 di level 6.194,50.

Secara umum industri properti terus mengalami tekanan dengan penurunan volume penjualan pada hampir semua segmen pengembangan. Harga jual produk-produk properti juga kesulitan untuk naik seiring dengan turunnya minat beli konsumen. Ditilik dari segmen pasarnya, produk-produk properti di segmen harga menengah ke atas relatif stagnan penjualannya. Pergerakan pasar lebih didominasi oleh produk properti di segmen menengah ke bawah yang rata-rata pembeliannya untuk tujuan dihuni atau pembeli akhir (end user). Penjualan produk-produk hunian seperti rumah tinggal dan apartemen dengan harga di bawah Rp1,5 milyar menjadi motor pengerak pertumbuhan properti di tahun 2019.

Pemerintah pada tahun 2019 menerbitkan sejumlah insentif kebijakan untuk memacu pertumbuhan sektor properti nasional. Kebijakan tersebut antara lain berupa relaksasi batas harga rumah yang berhak mendapat insentif pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2019, relaksasi batasan nilai hunian mewah yang dikenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) menjadi 30 Milyar, serta penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) 22 untuk hunian super mewah yang sebelumnya sebesar 5% menjadi hanya 1%. Namun demikian, guyuran insentif kebijakan pemerintah tersebut ternyata belum cukup kuat untuk mendorong terciptanya pertumbuhan pasar properti secara signifikan karena industri ini sangat kompleks menyangkut aturan lintas kementerian dan instansi.

PERKEMBANGAN USAHA PERSEROAN

Di tengah situasi dan kondisi yang cukup berat di tahun 2019, Perseroan telah berupaya secara maksimal untuk menjaga dan meningkatkan kinerja usaha. Perseroan pada tahun 2019 belum meluncurkan proyek baru. Fokus pengembangan pada proyekproyek yang sudah berjalan seperti peluncuran klaster atau tipe baru. Pada segmen pengembangan kawasan perumahan, perseroan meluncurkan sejumlah klaster baru di Graha Natura Surabaya dan Serenia Hills Jakarta. Pada produk apartemen, fokus utama Perseroan adalah memasarkan inventori yang masih tersedia, seperti di proyek Aeropolis, Fifty Seven Promenade, 1Park Avenue, SQ Res, Regatta, Praxis, Graha Golf, dan The Rosebay. Perseroan tahun 2019 juga telah memulai pembangunan apartemen SQ Res yang merupakan pengembangan baru di proyek pengembangan terpadu South Quarter, Jakarta Selatan. Selain itu Perseroan sukses melakukan tahapan penutupan atap (topping off) pada proyek low-rise residential The Rosebay di Surabaya. Pengembangan penting lainnya adalah kerjasama strategis untuk pengembang-an mixed-use & high rise Poins Square, yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kerjasama strategis ini dituangkan lewat skema joint venture meliputi aspek kepemilikan, pengelolaan, dan pengembangan.

Pada tahun 2019, kinerja penjualan Perseroan mengalami kontraksi seiring dengan turunnya minat beli konsumen. Perseroan membukukan penjualan (marketing sales) sebesar Rp1,56 triliun atau lebih rendah 31,8% dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018 sebesar Rp2,28 triliun. Pencapaian ini setara dengan 62,3% dari target marketing sales awal tahun sebesar Rp2,5 triliun. Jumlah perolehan marketing sales tersebut seluruhnya berasal dari pendapatan pengembangan (development income) dan tidak menghitung pendapatan berkelanjutan atau recurring income. Penurunan marketing sales terutama dipicu oleh semakin turunnya minat beli konsumen secara umum. Kendati demikian, Perseroan berhasil untuk menjaga kinerja pendapatan berkelanjutan. Sumber pendapatan yang bersumber dari segmen properti investasi ini tercatat memberikan kontribusi sebesar Rp623,1 milyar di tahun 2019. Jumlah ini meningkat tipis dibandingkan perolehan tahun 2018 sebesar Rp596,4 milyar. Perseroan berkeyakinan mampu meningkatkan kontribusi pendapatan berkelanjutan, seiring dengan selesainya pengembangan proyek-proyek perkantoran dan ritel, seperti Spazio Tower dan Praxis di Surabaya. Kinerja keuangan Perseroan di tahun 2019 relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kami berhasil membukukan pendapatan usaha Rp2,7 triliun, atau naik sekitar 7% dari perolehan tahun 2018 senilai Rp2,55 triliun. Perseroan juga berhasil menjaga kinerja profitabilitas dengan perolehan laba kotor sebesar Rp1,1 triliun, naik 12,5% dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp1 triliun. Menyikapi situasi dan perkembangan pasar properti tahun 2019, kebijakan manajemen cenderung untuk lebih konservatif. Kami sangat hati-hati dalam mengambil setiap keputusan ekspansi atau pengembangan proyek baru. Kami telah menganalisa dan mengatur secara teliti setiap penggunaan sumber daya perusahaan agar dapat memberikan manfaat secara optimal. Beberapa rencana pengembangan proyek baru, kembali harus dihitung ulang untuk meminimalkan setiap risiko.

Perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian dan menjalankan praktik manajemen risiko secara lebih ketat pada setiap rencana strategis. Perseroan juga mengeksplorasi setiap peluang dan inovasi secara terus menerus untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Perusahaan menjalankan program peningkatan kualitas secara terpadu di setiap sendi organisasi. Perseroan juga memberikan ruang bagi setiap divisi atau proyek untuk berkompetisi secara sehat dalam melahirkan terobosan dan inovasi baru. Dari program kompetisi ini perusahaan mendapat puluhan ide cemerlang yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas dan nilai tambah perusahaan. Perseroan berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) secara konsisten dan berkelanjutan. Program-program pengembangan SDM dijalankan melalui berbagai aktivitas workshop, seminar, pelatihan, hingga pendampingan.

PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Sebagai wujud nyata dalam menjaga hubungan jangka panjang dan memberikan nilai tambah kepada Peme-gang Saham dan Pemangku Kepentingan, Perusahaan berkomitmen untuk menjadikan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) sebagai bagian dari setiap kegiatan Perusahaan. Perseroan menanamkan kesadaran akan pentingnya penerapan GCG bagi seluruh jajaran manajemen dan karyawan. Kami secara terus menerus memperbaharui dan memperbaiki penerapan tata kelola di semua level organisasi. Dengan dukungan penuh dari Dewan Komisaris serta seluruh organ perusahaan, kami melakukan evaluasi secara terus-menerus untuk memastikan penerapan GCG di lingkungan Perusahaan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kami juga berkomitmen menjalankan praktik dan aktivitas bisnis secara berkelanjutan sebagai prioritas. Komitmen tersebut diwujudkan secara konsisten dalam setiap eksekusi kebijakan Perseroan. Melanjutkan inisiasi program yang dimulai pada tahun lalu, kami telah dibantu GRI (Global Reporting Initiative) dalam memetakan dan mempersiapkan laporan berkelanjutan. Kami sadar prinsip pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu faktor paling esensial dalam pengembangan bisnis kami. Secara prinsip pengembangan yang kami lakukan juga menerapkan pengelolaan tanggung jawab sosial dalam setiap proses dan aktivitas usaha sehingga memberikan manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat secara berkelanjutan. Sepanjang tahun 2019 ini, kami melakukan sosialisasi secara mendalam kepada seluruh elemen Perusahaan mengenai laporan keberlanjutan. Proses sosialisasi dilaksanakan secara bertahap di semua divisi, proyek, dan unit bisnis.

PENGHARGAAN TERHADAP PERSEROAN

Selaras dengan visi luhur Perusahaan, kami selalu berupaya untuk memberikan karya properti terbaik bagi masyarakat. Sumbangsih dan kontribusi Intiland bagi industri properti ini telah membuahkan rangkaian penghargaan dan pengakuan dari berbagai pihak di dalam negeri maupun internasional. Tahun 2019, Perseroan mendapat 16 penghargaan yang mencakup berbagai bidang seperti, produk properti, desain dan arsitektur, CSR, kepedulian lingkungan, pemasaran, komunikasi, dan ketaatan pengelolaan lingkungan. Intiland juga meraih penghargaan bergengsi sebagai pengembang properti terbaik di Indonesia dari PropertyGuru Indonesia Property Awards 2019 dan Country Winner Best Developer di ajang PropertyGuru Asia Property Awards 2019.

PROSPEK USAHA

Perseroan memproyeksikan kondisi pasar properti belum akan membaik di tahun 2020. Penyebaran virus Covid-19 atau Corona virus yang demikian masif telah menjadi pandemik global dan melahirkan ancaman sangat serius bagi dunia. Kondisi ini diduga akan memperparah kondisi perekonomian dunia yang masih dipenuhi ketidakpastian. Belum ada lembaga atau negara yang bisa me-ngukur jangkauan penyebaran dan dampak kerugian dari virus Covid-19. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menciptakan ketidakstabilan secara luas dan menjadi hambatan utama bagi stabilitas dan kemananan, serta peningkatan pertumbuhan usaha secara global. Penyebaran virus Covid-19 merupakan kondisi luar biasa dan darurat. Pemerintah Indonesia telah secara serius mengambil langkah-langkah strategis untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19. Perseroan berharap wabah penyebaran virus ini bisa segera berakhir dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa, terciptanya stabilitas dan keamanan, serta tumbuhnya kembali perekonomian dan sektor usaha.

APRESIASI

Atas nama Direksi, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan nasihat yang telah diberikan Dewan Komisaris beserta seluruh Komite, kepada para peme-gang saham, pelanggan setia, mitra kerja, serta regulator atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran manajemen dan kayawan atas kontribusi dan loyalitasnya dalam menjalankan tugas untuk pengem-bangan perusahaan. Mari kita tingkatkan kolaborasi dengan menjunjung nilai-nilai integritas dan profesionalisme untuk selalu meningkatkan kinerja dan menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

Hendro S. Gondokusumo

Direktur Utama